Langsung ke konten utama

Postingan

Goals

Been challenged by teman foya-foya Elmia Hidayati to write a post about dream, life goals, or something like that. And I accepted the challenge. Dream. mimpi. Adalah salah satu kata yang bikin aku senyum sekaligus murung dalam waktu yang hampir bersamaan. Selama ini, aku rasa udah nemu apa mimpiku tapi kenyataannya mimpiku banyak dan berubah-ubah. Maruk banget yees? By the way, mimpimu apasih Fa? Gatau.. Tuhkaann.. . . . No. Aku punya mimpi. Itu sederhana dan klise banget. Bertaqwa, berguna dan bahagia.  . . Udah?  . . . Yap Itu mimpi secara universal. Dari dulu gapernah berubah. Tapii... spesifikasi dan jalannya itu yang sering berubah. Bertaqwa. source Yas. Gada ceritanya kita sebagai manusia (Muslim terutama) gatau atau bahkan memutuskan untuk gapunya tujuan hidup. Lha wong sudah jelas diberitahu sama Penciptanya.  Terus apa yang udah aku lakukan buat mencapai tujuan ini? Hmm.. jujur tujuan ini gampang-gampang...

Udah Gede part II

"... akan kukabari saat urusan ini tak menggangguku, sebentar lagi" Sebentar-nya lumayan juga sih. Banyak printilan-printilan yang terjadi setelah tulisan itu dipublish. Jadi, apakah tulisan ini jadi penanda kalau urusan itu tidak lagi mengganggu? Hmm.. let's see. Aku pernah ikut teater dan aku sering main drama. Ketika ada satu episode dalam hidupku yang cukup membuat perasaan dan mood jungkir balik, aku sering menyebutnya drama. Atau dramatis. Yah pokoknya itulah. Tapi episode yang terjadi dalam jarak yang dibatasi postingan ini dan postingan yang mengandung paragraf paling atas, bikin aku sadar kalau aku ga bisa nyebut kenyataan sebagai drama. Karena ternyata, kenyataan jauh lebih rumit daripada drama. Drama adalah kenyataan yang disederhanakan. Di dalam drama, semua lakon tahu apa yang akan ia alami selanjutnya, tapi dalam kenyataan ga semudah itu. Aku pernah ikut teater dan -entah kenapa- aku lebih sering dapet peran tritagonis. Awalnya baik kemudian jahat, ata...

Tahu Telur

If you're a girl, then it is okay to say that you're okay while you're not. - Fafa Aku tak memahami alasan mereka menyebut perempuan rumit sampai hari ini datang. Sampai aku merasa betapa rumitnya memiliki cara pandang yang tiba-tiba menjadi 'sangat perempuan'. Rumit karena, rasanya tidak ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan nya. Tidak ada sesuatu yang jelas untuk menjadi alasannya. Dan tidak ada siapa atau apapun yang dapat meredamnya. Duh. Jangankan orang lain, aku sendiri sebal dengan remaja tanggung ini. Maaf untuk yang telah memandang wajah masam dan tingkah tak jelas yang kulakukan. Ini bukan salah kalian. Oke mungkin ada beberapa dari kalian yang menjadi 'pemeran' dalam drama di kepalaku, tapi tenang saja, semua itu, murni urusanku. Teruntuk perempuan remaja tanggung di luar sana. Kalian mengalami hal seperti ini juga kah? Hm.. mungkin kita perlu lebih jujur pada diri sendiri. Jujur saja jika ada masalah, sekecil atau setidakpenting apapun it...

Happy Holiday

Finally! Setelah penantian panjang di antara semua kesibukan yee... . Sekitar seminggu terakhir I’m officially on my holiday... Sebenernya, beberapa hari sebelum liburan yang sebenernya, aku udah ngerasa agak holiday sih. Maksudku, beberapa hari itu aku ngerasa senggang. Aku bisa ngomong gitu karena di beberapa hari itu jam tidurku lebih dari 8 jam. Well, di hari ‘biasa’ aku cuma tidur maksimal 5 jam.. ga sehat yak. Huhu. Sebenernya, agak kaget juga tiba-tiba punya waktu luang lebih dan hape tiba-tiba –agak- ga berisik sama telfon atau sms atau chat yang isinya ‘Fa, dimana?’ , ‘Fa segera ke kampus rapat ini itu’, or ‘Fa acara blablabla sampe mana progresnya?’ etc. Wuah, ngetik kalimat terakhir bikin agak susah nafas haha. So, let’s forget those hecticness and take a lil time to read about my happy days.

Sedih bentar, boleh?

Ada salah satu jenis manusia yang loadingnya lama kalo sama urusan  menyedihkan. Aku lagi ngomongin diri sendiri btw. Maksud dari loading lama itu, misalnya dapet berita sedihnya sekarang, yang lain langsung sedih dan nangisnya diabisin saat ini juga. Tapi Fafa engga. Dia santai dulu, 'keliatannya' biasa aja. Tapi besoknya (dan pernah di sebuah kasus, satu bulan kemudian) baru tuh kepikiran. Baru sedih, baru ngerasa ga tenang. Dan ga mood makan -_-

#randommoment Hon-ya

Fafa adalah jenis manusia yang sekalinya keluar dari kos, males buat balik. Apalagi gaada kerjaan yang penting-penting amat. Paling ujungnya ke toko buku gede deket alun-alun. Mojok di bagian novel, terus majalah, baca-baca majalah properti, mojok lagi di bagian novel, begitu tertarik, langsung browsing reviewnya, terus browsing harga di toko buku sebelah -yang diskon seumur hidup-, kalau ada langsung cus ke toko buku sebelah. Dan keluar dari toko buku gede dengan (bangga) tanpa bawa apa-apa. Posted via Blogaway